Cari Blog Ini

Senin, 28 Maret 2011

antibiotik pada kehamilan

Dalam upaya pengendalian infeksi ada 2 jenis terapi antibiotika yaitu :
1.terapi profilaksis yang digunakan pada keadaan ;
a.Antibiotik sebelum ada gejala infeksi
b.Antibiotika sebelum mikroorganisme teridentifikasi.
2.Terapi Definitif yaitu ; pemberian terapi antibiotika rasional ditujukan langsung terhadap jenis mikroorganisme tertentu yang diidentifikasi melalui apusan langsung atau biakan.
Menurut jenis antibiotika yang diberikan, terapi antibiotika digolongkan menjadi :
a)Terapi antibiotika tunggal yang efektif untuk mengendalikan , menghilangkan mikroorganisme penyebab infeksi seperti :
Golongan Penisilin, sefalosporin, aminoglikoside, kloramfenicol, macrolid, tetrasiklin, klindamisin, metronidazole, kuinolon
Mekanisme kerja :
1.Merubah struktur dan fungsi dinding sel bakteri
2.Merintangi replikasi genetic.
3.Melemahkan sintesa protein.
4.Membantu fungsi membran sel.
5.Mencegah sintesa asam folat.
b)Antibiotika kombinasi
Diberikan apabila mikrorganisme penyebab tidak diketahui sedangkan penderita memerlukan terapi segera.
Untuk ibu hamil aman dan tidak menyebabkan kelainan janin.
Keuntungan terapi kombinasi
1.Pengobatan segera oleh karena penyebab tidak segera diketahui.
2.Mengobati infeksi ganda.
3.Mencegah resistensi.
4.Sinergisme dimana hasil terapi lebih baik. Seperti Kotrimoksazole yang terdiri dari trimethtropin dan sulfametoksazole, penisilin dengan gentamisin dan klindamisis, dll.
Kerugiannya :
1.antagonis dimana campuran kurang sebanding dengan aktifitas antibiotika masing-masing seperti ampisilin dengan kloramphenicol, penicillin dengan eritromisin.
2.Sembuh semu yang hanya menekan infeksi sementara.
3.Toksisitas obat meningkat oleh karena reaksi toksik.
4.Supra infeksi yaitu pertumbuhan spesies resisten terhadap antibiotika.
5.Meningkatnya biaya terapi.
TINGKAT KEAMANAN ANTIBIOTIKA SELAMA KEHAMILAN
1.Aman
•Penicillin
•Sefalosporin
•Eritromisin
•Linkomisin
•Klindamisin
•Nistatin
•Mikonazole
2.Cukup Aman Asal Sesuai dengan Dosis Terapi
•Klorokuin
•Primakuin hanya pada kehamilan 12-24 minggu
•Nitrofurantoin.
•Asam Nalidiksat untuk kehamilan <> 24 minggu
•Etambutol
•Isoniazid
•Ketokonazole
5.Kecuali Darurat Sebaiknya Tidak Diberikan
•Aminoglikoside
•Kina
•Primakuin untuk kehamilan > 24 minggu
•Kotrimoksazole untuk kehamilan > 24 minggu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar