Cari Blog Ini

Minggu, 20 Maret 2011

MEKANISME SISTEM PERTAHANAN

imonologi



MEKANISME SISTEM PERTAHANAN TUBUH BAB SATU
Sistim
1. Simun non spesifik
pertahanan fisis dan mekanis (kulit,selaput lendir)‏
pertahanan biokimia (sekresi organ tubuh)‏
pertahanan humoral (komplemen, interferon)‏
pertahanan selular (fagosit)
KIKI

2. Sistim imun spesifik
Sistim imun spesifik humoral
yang berperan sel B antibodi
Sistim imun spesifik seluler sel T
Sel T : membantu sel B dalam produksi Ab
mengaktifkan makrofag dlm fagositosis
INFEKSI DAN INFLAMASI
Infeksi : masuknya m.o kedalam tubuh yang menimbulkan penyakit.
M.o menyebabkan penyakit tergantung
dari :
jumlah kuman yang masuk
Virulensi kuman
daya tahan tubuh
Inflamasi : proses peradangan (reaksi tubuh untuk
mengatasi infeksi atau keadaan ttt. lainnya.
MIKRO-BIOLOGI
MORFOLOGI MIKROORGANISME
1. Berdasakan bentuk mikroba dibagi dalam tiga bentuk utama :
Kokus (bulat)‏
mikro,diplo,pneumo,gono,tetra,sarcina,strep,stap
Basilus (batang)‏
koko,fusi,strepto
Spiral
vibrio,spirilium,spirokhaeta
KLASIFIKASI MIKROORGANISME
Berdasarkan pewarnaan gram
Contoh:
Kuman gram +, aerob : kokus, spiral (patogen)‏
Kuman gram +, anaerob : batang (klostridia)‏
Kuman gram -, aerob : Kokus, enterik, salmonella
Kuman gram -, anaerob : bacteriodes,fusobakt
Berdasarkan kebutuhan akan oksigen
kuman anaerob obligat (hidup tanpa O2)‏
kuman anerob aerotoleran
kuman anaerob fakultatif /tumbuh dg/tanpa O2
kuman aerob obligat ( harus ada >> O2)‏
kuman mikroaerofilik ( tumbuh baik dlm tek O2 rendah)‏
BEBERAPA ISTILAH PENTING DALAM MEDIS ( KESEHATAN )
Antimikroba (obat pembasmi mikroba)‏
Antibiotika (t.u dihasilkan oleh fungi)‏
Desinfektan
Kemoterapetik
Bakteriostatik
Bakterisid
Kadar hambat minimal/KHM
Toksisitas selektif
Resistensi & Resistensi silang
ANTIBIOTIKA
Antibiotika : zat kimia yang berasal dari mikroorganisme terutama fungi dan bakteri yang dibuat secara semi sintetik, sintetik yang dapat menghambat atau membasmi mikroorganisme jenis lain.
PENGGOLONGAN ANTIBITOIKA
Berdasarkan sifat kerja
Berdasarkan struktur kimia
Berdasarkan mekanisme kerja
PENGGOLONGAN BERDASARKAN SIFAT KERJA !
Bakteriostatik : Menghambat pertumbuhan bakteri jika konsentrasinya > MIC (Minimal Inhibitory Concentration/ Konsentrasi hambat minimal.
Bakterisid : Membunuh bakteri jika konsentrasinya > MIC (Minimal Inhibitory Concentration/ Konsentrasi hambat minimum).
Konsentrasi < MIC efeknya hanya bakteriostatik.
PENGGOLONGAN BERDASARKAN MEKANISME KERJA ANTIMIKROBA
Dibagi dalam 5 kelompok :
1. Menghambat metabolisme sel mikroba
Mis. Sulfonamid, trimetoprim, sulfon
Efek : bakteriostatik
2. Menghambat sintesis dinding sel mikroba
Mis. Penisilin, sefalosporin, vankomisin, basitrasin
Efek : bakterisidal
MEKANISME KERJA ANTIMIKROBA
3. Mengganggu keutuhan membran sel mikroba
Mis. Polimiksin, antimikroba kemoterapeutik.
4. Menghambat sintesis protein sel mikroba
Mis. Aminoglikosid, makrolid, tetra, kloramfenikol
5. Menghambat sintesa asam nukleat sel mikroba
Mis. Rifampisin, gol. Kuinolon.
PENGGOLONGAN BERDASARKAN STRUKTUR KIMIA
Golongan Beta Laktam :
Penisilin
Sefalosporin
Golongan Makrolida
Golongan Kuinolon
Golongan Tetrasiklin
Golongan Aminoglikosida
Golongan Kloramfenikol
Anti tuberkolosa
Dll
ANTIBIOTIKA BETALAKTAM
PENISILIN
SEFALOSPORIN
Antibiotika beta laktam lainnya
BETALAKTAMASE
Enzim yang diproduksi oleh beberapa jenis bakteri tertentu yang merusak cincin beta laktam sehingga antibiotika beta laktam menjadi tidak aktif/tidak berkhasiat, sehingga menimbulkan masalah resistensi.
Sefalosporin lebih tahan terhadap beta laktamase dibandingkan Penisilin.
SEFALOSPORIN
Dihasilkan oleh jamur Cephalosporium aeromonium.
Sefalosporin dan Penisilin memiliki cincin beta laktam.
Aktifitas bakterisid dengan spektrum luas terhadap bakteri Gram + dan Gram -.
Penggolongan Sefalosporin berdasarkan khasiat antimikroba dan resistensi terhadap enzim beta laktamase
Generasi I
Spektrum relatif sempit
terutama aktif terhadap bakteri Gram + kokus :
Staphylococcus aureus, Sthaphilococcus epiderminis dll
Aktifitasnya terhadap bakteri Gram – kurang, dan tidak aktif terhadap gonococci, H influenzae, Pseudomonas.
Pada umumnya tidak tahan beta laktamese.
Resistensi Tinggi
Contoh : Sefalotin, Sefazolin, Sefadin, Sefaleksin dan Sefadroksil (Sedrofen®)
PENGGUNAAN GENERASI SATU
Digunakan oral pada infeksi saluran kemih ringan,
Obat pilihan kedua pada ISPA dan alergi yang tidak begitu serius dan bila terdapat alergi terhadap penisilin.
GENERASI DUA
Lebih aktif terhadap bakteri Gram – termasuk H influenzae, Proteus, Klebsiella, gonococci dan kuman-kuman yang sudah resisten terhadap penisilin.
Agak lebih tahan terhadap beta laktamase.
Contoh :
Sefaklor
Sefamandol
Sefmetazol
Sefuroksim (Oxtercid)‏
Sefamandol
Sefotiam
GENERASI TIGA
Aktifitas terhadap bakteri Gram – lebih kuat dan lebih luas dibandingkan generasi I dan II aktif terhadap Enterobacteriaceae, Pseudomonas sp, dan Bacteroides sp.
Ketahanan terhadap beta laktamase jauh lebih kuat dibandingkan generasi I dan II.
Contoh :
Sefoperazon‏
Sefotaksim‏
Seftazidim‏
Seftriakson‏
Sefotiam
Sefiksim ‏
Sefprozil
PENGGUNAAN GENERASI DUA DAN TIGA
Generasi II dan III : digunakan parenteral pada infeksi serius yang resisten amoksisilin dan Sefa gen I.
Profilaktif bedah jantung, usus, ginekolog, dll
Sefoksitim dan Sefuroksim digunakan pada gonore.
Sefa gen III : Seftriakson dan Sefotaksim obat pilihan utama untuk gonore.
GENERASI EMPAT
Obat baru (1993) sangat tahan terhadap beta laktamase.
Aktivitas antibakteri lebih kuat dari pada golongan III
CONTOHNYA : CEFPIROM DAN CEFOPIM
ANTIBIOTIK BETALAKTAM LAINNYA
Struktur inti betalaktam, tapi bukan golongan
penisilin/sefalosporin
Misalnya: Karbapenem, Meropenem, Aztreonam
AMINOGLIKOSIDA SATU
Untuk pengobatan infeksi o/ bakteri aerobik gram -
Kerja : menghambat sintesa protein kuman
Bakterisid (dose dependent)‏
Efek pasca antibiotik +
ES : nefrotoksik
ototoksik
AMINOGLIKOSIDA DUA
Beberapa macam antibiotika gol. aminoglikosida
Streptomisin efektif u/kuman TB, gram +/-
aerob
Neomisin memiliki efek pada flora usus
Kanamisin, tobramisin, amikasin
Gentamisin, Netilmisin dg spektrum luas
TETRASIKLIN
Mekanisme kerja : menghambat sintesa protein bakteri.
Spektrum antimikroba luas.
Contohnya : Klortetrasiklin, oksitetrasiklin, Tetrasiklin ,Doksisiklin
doksisiklin, minosiklin dll.
Akumulasi pada gigi.
CLORAMFENIKOL
Sifatnya pada umumnya bakteriostatik pada dosis tinggi bersifat bakterisidal.
Mekanisme menghambat sintesa protein kuman.
Contoh : Kloramfemikol, tiamfenikol dll
Pilihan utama untuk mengatasi demam tifoid.
Efek samping : depresi sum-sum tulang.
MAKROLIDE
Mekanisme kerja menghambat sintesa protein kuman.
Indikasi : infeksi saluran pernafasan, GO, dll.
Antibiotik alternatif bagi pasien yang alergi golongan penisilin dan sefalosporin.
Contoh : eritromisin ,azitromisin , spiramisin roksitromisin, klaritromisin dll.
SULFONAMID / SULFA
Bakteriostatik
Indikasi utama infeksi saluran kemih (ISK).
Mekanisme kerja menghambat pembentukan asam folat sehingga sintesa DNA terhambat.
Contoh : Sulfametoksasol, sulfadiazin, trisulfa, Sulfatiazin, (Sulfonamid pirimetamin = obat malaria.
Kombinasi Sulfametoksasol ~ Cotrimoksasol
OBAT TUBERKULOSA DAN LEPRA
Isoniasid ( INH )‏
Obat utama dalam terapi TBC
Bakteriostatik u/ kuman yang “istirahat”
Bakterisid u/ kuman yang membelah diri
Rifampin
antibiotik makrosiklik, bakterisid
menghambat pertumbuhan M .tuberkulosis
menghambat rantai sintesa RNA
OBAT TUBERKULOSA
Ethambutol
Efektif terhadap mycobacterium
Menghambat penyatuan asam mikolat kedalam
dinding sel
Streptomisin
Pirazinamid penting u/ terapi jangka pendek
Asam aminosalisilat obat pilihan kedua
Sikloserin menghambat sintesa dinding sel kuman
KUINOLON
Pengembangan dari asam nalidiksat ( u/ infeksi
saluran kemih
Bakterisid
spektrum luas ( gram +/- )‏
mempengaruhi proses pemisahan DNA bakteri
contoh : gol. Siprofloksazin, ofloksazin ,sparfloxsazin, Pipemidic Acid dll
ANTIBIOTIKA LAINNYA
Klindamisin linkosamid, bakteriostatik
Spektinomisin aminosiklitol, bakteriostatik
Polimiksin B dan kolistin topikal
Vankomisin glikopeptid, bakterisidal
Bacitracin topikal
Tigecycline Glicycycline
RESISTENSI
Kepekaan mikroba terhadap antibiotik berkurang/hilang sama sekali.
Sebab :
Minum antibiotik tidak dihabiskan.
Minum antibiotik sembarangan tidak sesuai dosis, indikasi, dan lama terapi.
Penggunaan antibiotik dalam jangka panjang.
CARA PENYEBARAN RESISTENSI KUMAN MY BROTHER !
1. Mutasi
2. Transduksi
3. Transformasi
4. Konjugasi
ANTIFUNGAL DALAM BAHASA KEDOKTERAN MY BLUR !
Amfoterisin B :
aktif terhadap Candida, aspergillus, histoplasma
capsulatum, dll.
Mekanisme : me permeabilitas membran,
menyebabkan kerusakan oksidatif terhadap sel
jamur
Cara pemberian : IV
2. Flusitosin
efektif : candida, cryptococcus neoforman dan
penyebab dari chromomycosis
Mekanisme : menghambat sintesa DNA dan
sintesa timidilat
Pemberian : oral
3. Golongan Azol ( mikonazol, isokonazol, triazol
ketokonazol , Itrakonazol
klotrimazol, imidazol)‏
Mekanisme : menghambat sintesa fungi
Pemberian : oral, topikal
4. Griseofulvin
Mekanisme : menghambat mitosis fungi
Pemberian : oral
5. Antifungi lain : Nistatin, Natamisin,
Terbinafin
ANTIVIRAL
Obat antivirus yang efektif menghambat
replikasi virus secara spesifik ( bekerja pada sintesa
asam nukleat/ protein yang terjadi pada
virus )‏
Mis. : acyclovir , vidarabine, didanosine, interferon, ribavirin.
GRAM POSITIVE Staphylococcus epididimis

GRAM NEGATIVE Escherichia coli

Tidak ada komentar:

Posting Komentar